Showing posts with label Penyakit Metabolik. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Metabolik. Show all posts

Friday, October 14, 2011

Defisiensi selenium (Se)

 
Tubuh hewan setiap harinya terkena oleh radikal bebas dan untuk menangkalnya dibutuhkan zat antioksidan sebagai pelindung sel dari kerusakan akibat proses oksidasi. Selenium seperti yang telah dijelaskan terlibat dalam aktivitas enzim seperti glutathione peroxidase (Gpx) dan thioredoxin reductase dan melindungi  biomolekul dari radikal bebas

Kafein dan Osteoporosis pada wanita


Kafein merupakan bahan yang bersifat stimulant, dimana kafein mampu menstimulasi kerja berbagai sel dalam system tubuh manusia. Kafein dapat merangsang atau menstimulasi sel-sel syaraf, sel otot dan sel pembuluh darah sehingga secara keseluruhan menghasilkan fenomena sadar atau bangun. Akibat reaksi stimulan atau perangsang sel dan system tubuh oleh kafein maka kafein dalam dosis yang cukup tinggi dapat menimbulkan keluhan akibat hal tersebut.
Kafein dapat merangsang pelepasan bahan-bahan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Kafein mempunyai efek terhadap kecepatan dan kekuatan kontraksi otot polos terutama pada usus dan saluran kemih, kafein juga mempengaruhi mood atau perasaan seseorang sehingga pada tahap tertentu menyebabkan depresi, gelisah, cepat marah, gugup, mudah mengantuk dan mudah capek.
Kafein juga mempunyai efek yang lain yaitu menghambat proliferasi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblas. Adanya hambatan tersebut diduga dapat menyebabkan osteoporosis. Osteoporosis merupakan penyakit tulang sistemik yang dapat mengenai keseluruhan tulang. Efek dari konsumsi kafein terhadap tulang, melibatkan penghambatan aktivitas osteoblas secara langsung maupun tidak langsung. Keseimbangan mineral tulang diatur oleh aktivitas dari osteoblas. Pada tahap reabsorbsi tulang, peran utama osteoblas tidak hanya meretraksi untuk memaparkan mineral terhadap osteoklas dan preosteoklas, tetapi juga melepas faktor