Showing posts with label Parasitologi. Show all posts
Showing posts with label Parasitologi. Show all posts

Friday, October 14, 2011

JENIS PENYAKIT PADA IKAN (Penyakit Protozoa)


1. Cryptocaryonosis
Penyakit ini sering ditemukan pada ikan kerapu bebek dan macan, dengan tanda ikan yang tersering terlihat bercak putih. Stadia parasit yang menginfeksi ikan dan menimbulkan penyakit adalah disebut trophont berbentuk seperti kantong atau genta (Gambar 3) berukuran antara 0.3-0.5 mm, dan dilengkapi dengan silia.
Tanda klinis ikan yang terserang adalah ikan seperti ada gangguan pernafasan, bercak putih pada kulit,

JENIS PENYAKIT PADA IKAN (penyakit bakterial)



Kasus penyakit yang paling banyak pada ikan bersirip (finfish) dijumpai pada budidaya ikan kerapu. Sedangkan kasus penyakit pada ikan bandeng selama ini jarang ditemukan.
1. Penyakit bacterial
Jenis penyakit bakterial yang ditemukan pada ikan kerapu, diantaranya adalah penyakit borok pangkal strip ekor (Gambar 1), dan penyakit mulut merah. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri ditemukan beberapa jenis bakteri yang diduga berkaitan erat dengan kasus penyakit bakterial, yaitu Vibrio alginolyticus, V algosus, V anguillarum dan V fuscus. Diantara jenis bakteri tersebut bakteri V alginolyticus dan V fuscus merupakan jenis yang sangat patogen pada ikan kerapu tikus.

Tuesday, March 29, 2011

ISCHNOCERA SPESIES PADA UNGGAS



1.      Cuclotogaster ( Lipeurus) heterographus

Merupakan kutu kepala Unggas  berpredileksi pada kulit dan bulu kepala dan leher unggas. Bentuk umum dari kutu ini membulat, kepala juga membulat dan yang jelas memiliki bulu berjumlah 3 helai yang keluar pada setiap sisi (kanan – kiri) belakang kepala. Kutu jantan panjangnya 2,43 mm dan betina 2,6 mm. Segmen pertama antena kutu jantan panjang dan kokoh. Abdomen pada kutu jantan memanjang dan pada betina berbentuk seperti tong dan berwarna coklat keabuan pada bagian lateral. Telur diletakkan tersendiri pada bulu.

Saturday, March 12, 2011

TRICHINELLA


HOST          :   Babi , tikus, manusia dan mamalia lain (peka), sapi, domba dan kambing (kurang peka).  Larva cacing akan mengkista pada urat daging bergaris melintang.
HABITAT      :    Cacing dewasa pada usus halus sedangkan larvanya pada urat daging 
SPESIES        :    Trichinella spiralis


MORFOLOGI 

DIROFILARIA


MORFOLOGI
            Cacing Dirofilaria immitis merupakan cacing jantung pada anjing yang berpredeleksi pada ventrikel kanan jantung, arteri pulmonalis dan vena cava. Hewan yang peka dari cacing ini anjing, kucing, serigala dan rubah. Infeksi pada manusia juga pernah dilaporkan.
            Cacing jantan berbentuk langsing, berwarna putih dan berukuran panjang12-20 cm dengan diameter 0,7 –0,9 mm. Ujung posterior cacing jantan berbentuk kumparan spiral dan ekornya memiliki 4-6 pasang papilla ovoid, dimana satu pasang papilla terdapat pot kloakal, 2 pasang papilla berbentuk jari terdapat pada bagian lateral dan posterior dari lubang kloaka dan 3-4 pasang papilla berbentuk kerucut terdapat didekat ujung ekornya. Spikula kiri berukuran 0,324-0,375 mm, sedangkan yang sebelah kanan berukuran 0,19-0,229 mm dan tidak memiliki gubernakulum.

ANCYLOSTOMA



            Cacing Ancylostoma sp. Juga dikenal dengan cacing tambang. Cacing dewasa berukuran relatif kecil, berbentuk silinder, kaku, berwarna putih kelabu atau kemerahan tergantung banyaknya darah yang ada didalam saluran pencernaannya. Ujung anterior cacing melengkung kearah dorsal dan celah mulut mengarah ke antero dorsal. Capsul buccalisnya dalam dengan 1-3 pasang gigi pada tepinya dan lancet segitiga ” Trianguler ” atau gigi dorsal yang berada didalamnya.
            Cacing jantan berukuran panjang 9-12 mm, mempunyai alat kelamin tunggal, dimana bursa cacing jantan mempunyai kerangka yang bentuknya sempurna dan sepasang spikulum sama besar yang panjangnya sekitar 0,9 mm, terdapat gubernakulum bermuara pada kloaka yang terletak pada bursa tersebut. Testis terdapat hanya satu, berbentuk seperti tubulus yang dimulai kira-kira disebelah

SYNGAMUS


MORFOLOGI
Speies yang penting Syngamus trachea, dijumpai di dalam trachea mentog, ayam, bebek, angsa dan berbagai burung diseluruh dunia. Berwarna merah tua dan selalu berada dalam keadaan kopulasi. Cacing jantan panjang 2-6 mm, yang betina 5-20 mm. Lubang mulut lebar, tanpa corona radiata. Capsula bucalis bentuk cawan berisi 6-10 gigi-gigi kecil pada dasarnya. Bursa cacing jantan memiliki alur pendek dan kuat. Telur ukurannya 70-100 U X 43-48 mikron, memiliki operculum tebal pada kedua ujung.

STEPHUNURUS


MORFOLOGI
Cacing in memilki capsul bukalis berbentuk cawan, berisi gigi-gigi. Spesies yang penting yaitu Stephurus dentatus yang merupakan cacing ginjal pada babi. Dijumpai didalam jaringan lemak perirenal, Pars pelvina dari ginjal dan dinding ureter. Kadang-kadang sebagai parasit eratika pada hati dan alat-alat abdomen lainnya serta alat-alat di rongga thorak.  Parasit ini tersebar di wilayah tropis dan sub tropis. Cacing jantan panjangnya 20-30 mm, cacing betina 30-45 mm. Yang betina 2 mm lebarnya. Capsula bukalis berbentuk cawan dengan dinding tebal dengan 6 gigi tebal pada dasarnya. Bursa pada jantan kecil dengan alur yang pendek. Kedua buah spikula sama panjang. Vulva terletak dekat dengan anus. Telur berbentuk elips berdinding tipis dengan ukuran 90-120 u X 43-70 mikron.

SIKLUS HIDUP
Cacing dewasa biasanya hidup berkumpul didalam atau dekat ginjal di tempat [perhubungan dengan ureter dan telur dikeluarkan bersama urine hospes. Pada stadium ini embrio didalam telur terdiri sekitar 32-64 sel. Perkembangan larva stadium preinfektif sama dengan Strongylus sp. Pada suhu optimal 26 C, telur menetas setelah 24-36 hari dan larva mencapai stadium infektif 4 hari setelah mengalami dua kali ekdisis.
            Infeksi terjadi per-os atau melalui kulit.   Cacing tanah dapat bertindak sebagai pembawa penyakit. Larva infektif dapat berkumpul dalam masa emoebocyte dari cacing tanah dan dapat hidup disini selama beberapa minggu atau bulan. Kulit pembungkus larva infektif segera akan lepas setelah infeksi dan ecdisis ketiga terjadi setelah 72 jam kemudian, yaitu pada dinding lambung atau kulit atau otot-otot abdominal setelah infeksi perkutan.
Dari kedua jalan infeksi, larva menuju ke hati. Bila infeksi per oral melalui pembuluh darah porta dan dicapai sekitar 3 hari, dan bila perkutan melalui paru-paru dan sistem sirkulasi dalam 40 hari. Dari hati mengembara dibawah kapsul hati dan menembus kapsul hati mencapai rongga peritonium. Kemudian mencapai jaringan perirenal dan menembus dinding ureter, serta membentuk cyste yang melanjut menghubungkan diri dengan ureter.

HAEMONCHUS


MORFOLOGI :   Cacing  Haemonchus contortus merupakan cacing lambung yang besar, sehingga disebut juga cacing ” Barberpole” , cacing lambung berpilin atau cacing kawat pada ruminansia. Cacing H. contortus berpredeleksi didalam abomasum kambing, sapi, kambing dan ruminansia lain.
            Cacing jantan panjangnya 10-20 mm diameter 400 mikron, berwarna merah terang serta memiliki spikula dan bursa. Bursanya ditemukan di bagian posterior tubuh tersusun oleh dua lobus lateral yang simetris dan satu lobus dorsal yang tidak simetris, sehingga membentuk percabangan seperti huruf  Y dan berwarna mengkilat.

STRONGYLUS


Terdapat capsulla buccalis bentuk globoid yang berkembang sempurna pada dinding dorsal. Tetapi anterior capsulla buccalis biasanya memiliki alat kutikuler berbentuk daun yang disebut corona radiata. Terdapat corona radiata external pada lubang mulut dan corona radiata internal pada dinding sebelah dalam capsulla buccalis. Bursa pada cacing jantan berkembang sempurna dan kuat yang memiliki cabang-cabang (alur) yang tipik didalamnya.

STRONGYLOIDES


Cacing ini disebut cacing benang, terdapat bentuk bebas di alam dan bentuk parasitik didalam intestinum vertebrata. Bentuk parasitik adalah PARTHENOGENETIK dan telur dapat berkembang diluar tubuh hospes, langsung menjadi larva infektif yang bersifat parasitik atau dapat menjadi bentuk larva bebas yang jantan dan betina. Cacing ini esofagus panjang dan bentuk selindris, vulva terletak pada bagian pertengahan tubuh posterior, ekor pendek dan telur telah berembrio.

HETERAKIS


Spesies yang penting adalah heterakis gallinarum, dijumpai didalam caecum dari ternak unggas, bebek, mentog, angsa dan bangsa burung.
Cacing jantan berukuran panjang 7-13 mm. Cacing betina 10-15 mm. Memiliki alae lateralis yang besar, dengan esofagusbulbus yang kuat. Ekor cacing jantan diperlengkapi alae yang besar, sebuah sucker precloaca yang menonjol dan membulat serta 12 pasang papillae. Spikula tidak sama, yang kanan langsing 2 mm, yang kiri memiliki sayap lebar 0,65 –0,7 mm. Vulva ditengah-tengah tubuh cacing betina. Telur berdinding tebal, halus dengan ukuran 65-80 u X 35 – 46 mikron.

ASCARIDIDA


GENUS : ASCARIS
Ascaris adalah jenis cacing gilig yang besar. Bibirnya mempunyai peninggian bergigi, tetapi tidak ada interlabia atau sayap servikal. Ekor cacing jantan berbentuk kerucut, tanpa sayap kaudal tetapi terdapat sejumlah papila.
MORPOLOGI, cacing Ascaris suum berbentuk bulat panjang, memiliki kutikula yang tebal serta memiliki tiga buah bibir pada bagian mulutnya. Dua buah bibirnya terletak pada bagian dorsal. Masing-masing bibir dilengkapi dengan papillae dibagian lateral dan subventral dan dilengkapi pula dengan sederetan gigi pada permukaan sebelah dalam. Ukuran panjang tubuh cacing jantanberkisar antara 15-25 cm dengan diameter penampang lintang 3 mm. Sedangkan cacing betina dapat mencapai panjang 41 cm dengan diameter penampang lintangnya 5 mm.

NEMATODA


CIRI-CIRI UMUM :
1.      mempunyai saluran pencernaan dan rongga badan, rongga badan tersebut dilapisi oleh selaput seluler sehingga disebut SPEUDOSEL atau  PSEDOSELOMA.
2.      Potongan melintangnya berbentuk bulat, tidak bersegmen dan ditutupi oleh kutikula yang disekresi oleh lapisan hipodermis (lapisan sel yang ada dibawahnya).

STRUKTUR ANATOMI
SISTEM INTEGUMEN, permukaan luar tubuh cacing diselubungi oleh kutikula yang merupakan ikatan paling sedikit tersusun oleh 5 macam protein dan dapat dibedakan menjadi 3 lapis mulai dari permukaan secara berturutan adalah sebagai berikut : korteks, matriks dan basal. Dibawah integumen adalah hipodermis dan lapisan otot.