Friday, October 14, 2011

Defisiensi selenium (Se)

 
Tubuh hewan setiap harinya terkena oleh radikal bebas dan untuk menangkalnya dibutuhkan zat antioksidan sebagai pelindung sel dari kerusakan akibat proses oksidasi. Selenium seperti yang telah dijelaskan terlibat dalam aktivitas enzim seperti glutathione peroxidase (Gpx) dan thioredoxin reductase dan melindungi  biomolekul dari radikal bebas

Deficiency selenium dapat menekan sistem imun dalam tubuh, sehingga imunitas tubuh dapat menurun dan juga dapat menyebabkan kurangnya enzim Gpx dan thioredoxin reductase. Selain itu dapat menyebabkan penurunan aktivitas sel T dan antibody, dan juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin E, karena sintesis vitamin E membutuhkan selenium. Kekurangan vitamin E dan selenium dapat menyebabkan kelainan metabolik yang cukup berat.
Pada anjing selenium sangat dibutuhkan dalam mengatur kondisi physiologis. Pada anjing kekurangan selenium dapat meningkatkan kasus terjadinya myopathi. Pada anak anjing dapat menyebabkan terjadinya myocardial necrosis dan skeletal myodegeneration pada anjing dewasa. Pada anjing beagle umur 5-8 minggu, kekurangan selenium akan disertai kekurangan vit E dimana akan menyebabkan kelemahan otot hingga berakibat fatal yaitu terjadi coma. Selenium juga berperan dalam mengurangi resiko terjadinya kanker dan kerusakan DNA, dan meningkatkan apoptosis sel-sel epitelial pada prostat anjing tua. Selenium juga menjaga agar persendian tetap berfungsi baik, dan mengurangi resiko terkena penyakit Kashin-Beck, dan tyroid. Selenium juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut, anjing kekurangan selenium dapat mengurangi kecepatan pertumbuhan rambut. Selenium juga sebagai bahan dasar dalam pembentukan asam amino selenocystein dan selenomethionine yang sangat penting bagi kucing dan anjing.Sumber dari selenium adalah ikan, daging,ayam,grains,susu.
Pada anjing liar selenium didapat dari jaringan hewan lain yang dimangsa. Pada liver terdapat banyak selenocystein P, gluthatione peroxidase, dan solenoenzyme, sedangkan pada GIT terdapat selenomethione. Pada kucing selenium bisa didapat dari memangsa tikus, selenium tersebut dalam selenoproteins, selenomethionine dan selenocystein.

No comments:

Post a Comment

Recent Posts